Menjauhkan Anak dari Sifat Penakut

outbound
Apakah Anda termasuk orang yang banyak pertimbangan ketika akan memulai sesuatu?
Apakah Anda termasuk orang yang lebih memilih menghindar dari masalah ketimbang harus terlibat dalam pemecahan masalah?
Apakah Anda sering merasa tidak sanggup ketika disodori sebuah amanah?
Apakah Anda sering merasa tidak yakin bahwa apa yang Anda usahakan akan berhasil?

Jika semua jawabannya adalah Ya,… maka waspadalah Anda. Karena jawaban demikian mengindikasikan bahwa Anda termasuk orangtua atau pendidik yang “penakut”. Lalu kenapa harus waspada? Maksudnya adalah, jangan sampai sifat yang Anda miliki tersebut terwariskan pada anak Anda. Karena jika sifat tersebut terwariskan dan tidak dibetulkan, maka bisa dipastikan bahwa langkah anak Anda akan tersendat. Perjuangannya menuju cita-cita akan terhambat. Dan bukan tidak mungkin, dengan sifat penakut yang ada pada anak Anda akan membuatnya was was atau ragu-ragu untuk melakukan sesuatu.

Pembaca setia. Sifat penakut memang fitrah. Siapapun akan sangat wajar memiliki sifat seperti ini. sifat penakut merupakan bagian dari emosi anak. Namun yang perlu digarisbawahi adalah bahwa apapun bentuk emosi anak, jika dibiarkan tidak terkendali maka akan membahayakan. Baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan. Selanjutnya, mengapa “sifat penakut” menjadi titik tekan, dimana sedapat mungkin Anda harus menghindarinya. Alasannya adalah, karena kunci utama keberhasilan adalah terhindar dari sifat penakut. Dan kewajiban siapapun yang ingin berhasil menapaki hidup adalah KEBERANIAN.

Maka berhati-hatilah dengan sifat penakut pada anak-anak. Banyak kejadian dimana hanya karena anak tersebut memiliki sifat penakut, rencana-rencana yang telah diupayakan menjadi gagal. Contoh kecil misalnya. Seorang anak kelas satu di bangku sekolah dasar. Ia terlalu merasa takut mendengar kata “ujian”. Bahkan ia merasakan suatu beban ketika akan menghadapi ulangan atau ujian di sekolah. Padalah sebetulnya, baik di sekolah maupun di rumah, anak tersebut terlihat sangat pandai dan menguasai pelajaran. Tetapi hanya karena alasan ia belum bisa menulis huruf “S” dengan sempurna, maka ia beralasan kuat untuk tidak mau masuk sekolah pada hari tersebut, dimana hari tersebut adalah hari ujian tengah semester. Jadi, sang anak pandai tersebut benar-benar memilih “mundur sebelum bertempur”.

Beberapa kerugian besar yang diakibatkan dari sifat penakut.
• Miskin akan eksperimen
• Kreativitas menjadi terbatas
• Minimnya sikap adversitas (ketangguhan)
• Tidak ada totalitas dalam pencapaian suatu target
• Menarik diri dari lingkungan
• Sering merasa ragu untuk mengaktualisasikan diri
• Kepercayaan diri menjadi rendah
• Keyakinan akan keberhasilan menjadi tiak optimal.

Oleh karena itu, salah satu tugas dan tanggung jawab kita sebagai orangtua ataupun seorang pendidik adalah menghindari sifat penakut pada anak-anak kita. Berikut beberapa tipsnya:
• Hindari kebiasaan mendramatisir kesulitan. Yakinkan pada anak bahwa segala sesuatu bisa ditempuh dengan mudah.
• Jangan pernah mengafirmasi traumatik atau pengalaman pahit yang dialami anak (misalnya karena kecelakaan dll)
• Jangan pernah berhenti membujuk sampai anak merevisi pernyataan keraguan atau ketakutannya.
• Berikan hanya kalimat-kalimat positif yang membangun. Bukan kalimat-kalimat negatif yang melemahkan.
• Terbukalah untuk menjadi orang tua yang selalu memberi kesempatan.
• Hindari pencegahan yang berlebihan (misalnya karena alasan tidak percaya atau khawatir terjadi sesuatu)
• Hindari kebiasaan menakuti-nakuti anak dengan bayangan kegelapan atau makhluk-makhluk aneh.
• Hindari kebiasaan memanjakan dan mendikte anak secara berlebihan.
Semoga bermanfaat. Allohu ‘alam bishshowaab.

oleh: Miarti (Direktur PG dan TK ZAIDAN Alam Mandiri)

Dongeng Sholat

dongeng sholat
Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, “Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!”

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, “Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!”

Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam……

Kemudian ketika datang waktunya magrib,temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.

Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi,dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, “Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita!”

Dengan keheranan manusia ini bertanya, “Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat?”.

“Aku takut!”,jawab setan dengan suara gemetar.

“Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh “sujud” pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !”, kata setan sambil beredar pergi.

“bunga rampai seri 12”

Kecerdasan Ganda

kecerdasan ganda
Cara belajar setiap peserta didik memiliki perbedaan. Hal ini disebabkan, setiap peserta didik memiliki kecerdasan, bakat, minat, motivasi, sikap, dan pengalaman yang berbeda pula. Oleh karena itu, penyajian atau proses perlakuan cara belajar mesti dibeda-bedakan kepada peserta didik, mengingat peserta didik yang memiliki bakat yang berbeda-beda. Garrdner (1993) mengemukakan tentang kecerdasan ganda (multiple intelligences) yang terdiri atas:
1. Musical intelligence
Memiliki kemampuan belajar dengan indikator antara lain; senang bernyanyi, bergumam, memainkan alat musik, bereaksi terhadap musik, dan belajar diiringi musik.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; bernyanyi, memainkan alat musik, merekam, berimprovisasi, menyusun aransemen, menggubah lagu, mentranskripsikan.

2. Bodily Kinestetic Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang bergerak, menari, olah raga, membuat prakarya, dan senang belajar melalui gerakan.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; menyusun, berjalan, berlari, memproduksi, berpantonim, mengorganisasikan, mempertunjukkan, membuat prakarya,dll.

3. Logical-Matematical Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang bereksperimen dan senang mengeksplorasi angka dan pola.
Kompetensi ideal yang ada di antarnya; menyusun anggaran, membuat estimasi, menghitung, menganalisa, menggunakan statistik dan membuat teori.

4. Linguistic
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang bermain dengan kata-kata; senang membaca dan menulis.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; bercerita, mewawancarai, berdebat, mengarang, berdiskusi, berorasi, dan permainan kosa kata.

5. Spatial Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang menggunakan visualisasi ketika menggambar, membangun,merancang dan berkreasi.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; melukis, membuat grafik, mewarnai, membuat film, menghias, memotret, dan memvisualisasikan.

6. Interpersonal Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; berbagi, membandingkan, bekerjasama, memiliki banyak teman, belajar dengan dan dari orang lain.
Kompetensi idela yang ada di antaranya; melayani, berkomunikasi, berempati, berdagang, mengajar, konseling, memberi inspirasi, dan mendelegasikan.

7. Intrapersonal Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; bekerja sendirian di tempatnya sendiri, menciptakan karya yang unik dan orisinal.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; mempromosikan diri, menetapkan sendiri, memahami diri, percaya diri, menerima diri, dan melihat kesempatan.

sumber: buku konsep strategi pembelajaran karangan Dr.Nanang Hanafiah, M.M.Pd dan Drs. Cucu Suhana,M.M.Pd.

Pudarnya Pesona Cleopatra (part 4)

cadar
” Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk
ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dielukelukan
keluarga tidak datang” Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada
Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan
segelas wedang jahe.

Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. ” Maaf..maaf jika mengganggu
Mas, maafkan Hana,” lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang
kerja. ” Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau
tercekak dalam tenggorokan. ” Ya Mas!” sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan
pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia
dipanggil “dinda”. ” Matanya sedikit berbinar. “Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat
bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,” ucapku sambil menatap wajah Hana
dengan senyum yang kupaksakan.

Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. ”
Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan?
Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?”.
Hana begitu bahagia.

Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku
dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang
wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya
belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memakimaki
diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang
kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu?
Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku
sendiri di dunia ini.

Acara pengajian dan aqiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah
baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga,
disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. “

Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga!
Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain.
Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku
menangis disebut pasangan ideal.

Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya
dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya,
saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang
tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik
meneteskan rasa bahagia.

Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana.
Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana
yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak
pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya.
Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan
sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. ”
Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku
ingin sekali menimang cucu” kata ibuku. ” Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang
cucu, doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku,
aku tergagap dan mengangguk sekenanya.

Aku Ingin Hidayah Itu,…

hidayahjilbab
Fulanah terlihat kalut ketika melangkah pulang.Dengan langkah gontai disusurinya kelas-kelas yang sudah mulai sepi, beberapa temannya nampak masih asyik berbincang-bincang. Biasanya ia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Mereka adalah teman karib Fulanah akan tetapi kali ini ia lebih memilih pulang daripada ‘nimbrung’ dengan mereka. Beberapa buku islam memenuhi tasnya, ia pinjam dari teman sekelasnya yang berjilbab.

Hatinya merasa sejuk bila bersama teman barunya itu, yang menurut Fulanah ”baru” karena walaupun sudah setahun sekelas ia tidak pernah dekat seperti waktu ini. Cukup lama ia berdiskusi seputar masalah agama dengannya. Ia sadar ia harus berubah, tapi ia bimbang. Bila ia dekat dengan ”ganknya” maka keinginan untuk berjilbab hilang lagi. Namun bila ia dekat dengan teman barunya itu hatinya kembali menggebu untuk segera merubah penampilannya. Ia ingin meraih hidayah itu,… Sungguh ia ingin berubah tapi ia juga tidak ingin kehilangan kawan karibnya (ganknya) karena ia tahu bila ia berjilbab mereka akan menjauhinya.

Kasus Fulanah diatas sering terjadi dikalangan muslimah baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Berat meninggalkan kawan karib dan merasa takut kehilangan mereka bila terjadi perubahan total yang terjadi pada setiap muslimah yang ingin taat pada-Nya, Ingin menggapai hidayah-Nya. Di satu sisi setiap muslimah yang mempunyai kawan karib jauh dari bimbingan agama akan menerima konsekuensi dikucilkan atau dijauhkan, di sisi lain ia akan mendapatkan kawan-kawan baru dalam majelis ilmu atau akhwat berjilbab yang sudah senior yang masih asing baginya. Sehingga posisinya benar-benar sulit dan dalam keadaan yang kritis. Apabila hal ini tidak ditanggapi dengan baik oleh muslimah yang telah lama istiqamah menuntut ilmu syar’i maka kemungkinan besar kasus Fulanah kembali kepada ganknya akan terjadi. Dan, itu tidak hanya satu dua akan tetapi cukup banyak terjadi dan sangat memprihatinkan.Pendekatan yang hikmah dan arif perlu dilakukan agar para muslimah yang ”baru belajar” tetap istiqamah mempertahankan hidayah yang telah diraihnya.

Sebagai renungan,… hidayah sangat sulit dipertahankan apabila kita bergaul dengan kawan yang buruk, hati dan jiwa ini sangat lemah dan cenderung untuk menuruti hawa nafsu. Karena itu untuk mempertahankannya haruslah ada usaha dari setiap insan untuk melazimi majelis ilmu syar’i dan hanya bergaul dengan kawan-kawan yang shaleh dan baik akhlaknya.Berapa banyak nanti manusia akan menyesal di hari akhir akibat memiliki teman akrab yang menjauhkan mereka dari agama ini sebagaimana firman-Nya:

”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa” (Az-Zukhruf:67).
Wallahu’alam bish-shawwab.

Teruntuk akhwat yang sedang menggapai hidayah-Nya teriring doaku semoga engkau istiqamah.

dinda_ndadin

myquran.com

Nyamuk-Nyamuk Nakal

laba-laba
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orangorang yang fasik (QS. Al Baqarah, 2:26)

Nyamuk, hewan kecil itu memang nakal karena selalu mengganggu manusia yang terlelap tidur di malam hari. Namun adakah yang pernah berpikir bahwa ternyata seekor makhluk kecil yang seringkali merepotkan manusia itu merupakan suatu contoh akan kesempurnaan desain dalam penciptaan?

Sejak ia bertelur, nyamuk sudah menunjukkan kehebatannya. Dia dengan sendirinya bertelur dalam jumlah ratusan butir yang kesemuanya menyatu hingga menyerupai bentuk sampan. Sampan, karena memang telur tersebut diletakkan di atas permukaan air dan harus dapat mengapung. Seandainya ia bertelur satu persatu, tentunya telur itu akan tenggelam oleh riak air yang kecil sekalipun.

Tentu kita semua tahu, sang nyamuk mengawali kehidupannya dengan hidup di bawah permukaan air. Untuk bernapas ia menggunakan alat menyerupai pipa “snorkel” (biasa digunakan penyelam) yang berada di ujung tubuhnya. Dengan demikian ia dapat menghirup udara di atas permukaan air dan terus melangsungkan siklus hidupnya. Namun tantangan yang dihadapi belum berhenti. Untuk keluar dari air lalu terbang, juga memerlukan usaha yang tidak mudah, karena bila saja tubuhnya basah, maka ia tidak akan dapat terbang! Bayangkan, ternyata di ujung kakinya terdapat suatu senyawa kimia yang mampu meningkatkan tegangan permukaan air. Sehingga ketika keluar dari kepompongnya dan berdiri di atas permukaan air dengan kaki-kakinya, ia tidak terperosok dan tidak tenggelam.

Tidak sampai di situ. Agar nyamuk betina dapat menghisap darah, ia harus mampu mengenali lokasi pembuluh darah manusia di kegelapan malam. Untuk ini ia telah dilengkapi dengan sistem pengindraan inframerah yang mampu menemukan lokasi pembuluh darah berdasarkan suhu tubuh.

Untuk bisa menembus kulit manusia sehingga mudah dalam menyedot darahnya, ia juga memiliki organ khusus yang disiapkan oleh Penciptanya. Organ itu berfungsi layaknya gergaji yang menggergaji kulit kita sehingga sobek. Sebab kulit manusia bagaikan kulit kayu yang tebal dan keras bagi nyamuk, hewan berukuran teramat kecil dibanding tubuh manusia. Juga, agar darah yang keluar tidak membeku, maka nyamuk juga telah menggunakan suatu enzim yang mencegah pembekuan darah.

Perhatikan, walau si kecil nyamuk tampak demikian jenius, namun ia tetaplah seekor nyamuk yang tak dapat berpikir untuk memperbaiki kualitas hidup. Ia tetaplah bukan profesor kimia maupun fisika atau bahkan dokter spesialis tranfusi darah sebelum ia dapat melakukan “tugasnya” keluar dari air untuk terbang dan menghisap darah manusia. Ia tetaplah seekor makhluk kecil yang diciptakan oleh Dzat Yang Maha Pencipta sebagai perumpamaan bagi kita agar mau berpikir.

BAGAIMANA NYAMUK MENGINDRA DUNIA LUAR?
Nyamuk dilengkapi alat pengindra panas teramat peka. Nyamuk mampu mengindra benda-benda di sekelilingnya dalam berbagai warna yang ditentukan oleh panas yang dipancarkan benda-benda, sebagaimana tampak pada gambar. Karena penglihatannya tidak bergantung pada adanya cahaya, nyamuk sangat mudah menemukan pembuluh darah di kegelapan. Alat pengindra panasnya cukup peka untuk mengenali perbedaan panas sekecil seperseribu derajat Celcius. Sebagai pembanding, gambar di kiri bawah adalah penglihatan manusia.

http://www.harunyahya.com

Bumi Kita Menurut Al Quran

bumi
Anak-anak, kamu tahu bahwa bumi ini bulat. Dengan menggunakan teknologi, teramatilah bahwa bumi itu bulat berdasarkan photo bumi yang diambil dari ruang angkasa. Al Qur’an, yang diturunkan Allah 14 Abad yang lalu, mengandung pernyataan yang menjadikan ilmuwan Muslim memahami bahwa bumi itu bulat.

Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dia menutupkan malam atas siang, dan menutupkan siang atas malam … (Surat Az-Zumar: 5)

“Takwir,” kata yang dipakai untuk “menutupkan” dalam bahasa Arab berarti “membungkus sesuatu yang bulat sebagai penutup.” Informasi yang diberikan dalam ayat tentang malam yang menutup siang dan sebaliknya, (takwir) juga memberi gambaran pada manusia untuk memandang bumi dengan bentuknya yang bulat.

Walau demikian, selama beberapa masa dipercaya bahwa bumi tidak bulat namun datar. Segala perhitungan dan penjelasan ilmiah yang mendasarinya adalah salah. Ketika manusia masih tak peduli dengan ruang angkasa mereka memegang teguh kepercayaan bahwa bumi berada diantara tanduk lembu jantan.

Anak-anak yang baik, sekarang telah kamu ketahui bahwa informasi yang baru dibuktikan secara ilmiah beberapa waktu lalu ternyata telah diisyaratkan oleh Allah dalam Al Qur’an sejak jauh hari. Hal ini adalah bukti jelas bahwa Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta alam semesta dan Yang Maha Tahu atas segalanya.

SUHU

Anak-anak, tahukah kamu berapa suhu rata-rata di ruang angkasa? -270°C (-455°F)! Mustahil ada kehidupan pada suhu serendah itu. Suhu bumi rata-rata adalah 15oC dan 20°C (60-70)°F. Suhu ini berbeda-beda untuk setiap lapisan atmosfir yang lebih tinggi.

Dengan adanya ketinggian yang berbeda-beda di permukaan bumi, pada suatu ketinggian tertentu orang bisa berenang dan berjemur, dan pada tingkat yang lebih tinggi lagi di daerah yang sama orang bisa bermain bola salju dan ski.
Singkatnya, benua Afrika adalah daerah panas. Apa yang akan kamu katakan jika kami bertanya, “Dapatkah kamu membuat boneka salju di Afrika?” Kami tahu apa jawabanmu. Mungkin kalian akan menjawab, “Untuk membuat boneka salju kami perlu salju. Karena mustahil menemukan salju di daerah panas, maka tidak mungkin untuk membuat boneka salju.” Akan tetapi kamu salah, karena kamu dapat membuat boneka salju di Afrika kapan pun kamu suka, sekalipun kita sama-sama tahu disana sangatlah panas. Untuk melakukannya, kamu harus mendaki gunung Kilimanjaro, yang puncaknya merupakan titik tertinggi di benua tersebut. Puncak gunung yang sangat tinggi ini selalu tertutup salju. Karena, semakin ke atas suhu akan semakin dingin. Suhu udara akan mendekati -50°C (-58°F) pada lapisan atmosfer yang bernama “Stratosphere.” Makin ke atas lagi, cuaca menjadi panas kembali. Dengan perlindungan yang Allah berikan kepada kita, tidak ada perbedaan suhu yang terlalu jauh di bumi ini.

Pengaturan suhu tersebut terkait dengan jumlah panas yang dipancarkan matahari serta jarak antara bumi dan matahari. Dalam bab sebelumnya kita sedikit menyinggung hal ini. Kita akan membahas hal ini secara lebih terperinci. Berdasarkan perhitungan, jika matahari mengurangi 10 % pancaran energinya maka permukaan bumi akan tertutup oleh lapisan es hingga beberapa meter. Jika energi matahari naik sedikit saja, segala benda hidup akan hangus dan mati.

Kecepatan rotasi bumi juga membantu menjaga keseimbangan penyebaran suhu. Bumi berotasi penuh sekali setiap 24 jam. Karena itulah, pergantian malam dan siang sangatlah singkat. Karenanya, perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi sangat kecil.
Sebagai contoh yang paling jelas dapat dilihat di planet Merkurius, disana siang hari akan berakhir setelah lebih dari setahun waktu bumi sehingga perbedaan suhu siang dan malam hampir 1,000°C (1,800°F).

Letak geografis juga membantu penyebaran panas di atas bumi secara merata. Perbedaan suhu antara daerah kutub dengan daerah katulistiwa adalah sekitar 100°C (212°F). Jika perbedaan suhu lebih besar dari itu, akibatnya adalah berhembusnya badai angin topan yang akan menghancurkan segala sesuatu.

Bahkan, bumi dipenuhi oleh penghalang geografis yang menghalangi hembusan udara yang kencang sehingga terjadi perbedaan suhu. Penghalang tersebut adalah deret pegunungan yang terbentang dari timur ke barat, dari Himalaya di China, berlanjut ke pegunungan Taurus di Anatolia dan pegunungan Alpen di Eropa.

Kita telah memperlajari bagaimana bumi menjaga da mengatur suhu bumi, meskipun di luar angkasa suhunya dapat mencapai -270°C (-455°F). Jika suhu bumi terlalu dingin atau terlalu panas, maka akan sangat merugikan bagi manusia sehingga kita tak dapat bertahan hidup. Oleh karenanya, suhu yang sedang ini merupakan rahmat dari Allah.

Karena itulah, seharusnya kita bersyukur kepada Allah, yang telah menyiapkan kondisi yang sangat nyaman untuk kita tinggali. Hal ini penting untuk dicamkan dalam pikiran kita.