Mengelola Kelas

pengelolaan kelass
Ketika berlangsungnya proses belajar di kelas, terkadang guru dihadapkan pada situasi kelas yang tidak menyenangkan dan terkadang menyebalkan, misalnya ada siswa yang selalu mengganggu suasana belajar dengan melontarkan kata-kata yang dapat mengganggu perhatian seluruh siswa; atau berkata “huuuuu” ketika seorang siswa bertanya atau menjawab.
Peristiwa semacam ini merupakan gangguan yang dapat memengaruhi iklim pembelajaran di kelas. Diperlukan keterampilan mengelola kelas bagi seorang guru untuk mengatasi gangguan yang terjadi di kelas dalam rangka mengembalikan kelas ke dalam keadaan normal seperti semula.
Keterampilan pengelolaan kelas penting untuk dikuasai oleh siapapun yang menerjunkan dirinya ke dalam dunia pendidikan terutama guru. Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola”, ditambah “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain dari kata pengelolaan adalah “manajemen”.
Secara umum pengelolaan kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.
Ada beberapa pendekatan-pendekatan dalam pengelolaan kelas. Di sini kita akan membahas 5 pendekatan-pendekatan kelas diantaranya yaitu:
1. Pendekatan Kekuasaan
Pendekatan kekuasaan yang dimaksudkan di sini adalah bagaimana menanamkan dan memberikan pengertian kepada siswa bahwa di dalam hidup dan kehidupan manusia dianut norma-norma yang harus dipatuhi anggota-anggotanya. Norma-norma yang dianut adalah dalam rangka mendisiplinkan para anggotanya. Begitu juga dengan kegiatan belajar di sekolah atau di kelas, terdapat norma-norma yang harus ditaati dan dipatuhi khususnya oleh siswa. Dan pihak yang diberikan otoritas untuk menegakkan disiplin kelas adalah guru.
Dengan demikian guru memiliki kekuasaan untuk mendisiplinkan dan mengelola kelas.

2. Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial
Dalam pendekatan ini pengelolaan kelas merupakan suatu proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan sosial yang positif dalam kelas baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa. Suasana emosional dan hubungan sosial yang positif artinya ada hubungan timbal balik yang baik dan positif antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa. Tugas guru berdasarkan pendekatan ini adalah menciptakan hubungan pribadi yang sehat.

3. Pendekatan Kebebasan
Pada dasarnya semua manusia memiliki kebebasan untuk melakukan aktivitas apapun yang dia inginkan termasuk siswa dalam proses pembelajaran. Karenanya guru harus memberikan kebebasan dalam batas-batas tertentu kepada siswa agar mereka tidak merasa tertekan dan merasa rileks dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.

4. Pendekatan Pengajaran
Dalam pendekatan ini dianjurkan agar guru dalam mengajar dapat mencegah dan menghentikan tingkah laku siswa yang kurang baik. Peranan guru dalam hal ini adalah merencanakan dan mengimplementasikan pengajaran dengan baik.

5. Pendekatan Electis atau Pluralistik
Pendekatan electis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu suatu pendekatan pengelolaan kelas yang menekankan pada bagaimana menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Dalam hal ini guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan untuk menciptakan dan mempertahakankan kondisi kelas yang memberikan kemungkinan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien.

Dari kelima pendekatan tersebut silahkan anda terapkan di kelas mengajar anda. Bagi yang baru bergelut di bidang pendidikan jangan khawatir dan berputus asa jika menemukan kondisi kelas yang membuat anda pusing tujuh keliling. Nikmati setiap proses yang anda lalui insyaallah anda akan semakin faham dengan kondisi anak didik anda dan dengan sendirinya anda akan merasa bangga dengan bergabungnya anda di dunia pendidikan.

Selamat mengajar!

Disadur dari buku strategi belajar mengajar karangan Drs. Darwyan Syah M.Pd. M.Si, dkk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s