Aku Ingin Hidayah Itu,…

hidayahjilbab
Fulanah terlihat kalut ketika melangkah pulang.Dengan langkah gontai disusurinya kelas-kelas yang sudah mulai sepi, beberapa temannya nampak masih asyik berbincang-bincang. Biasanya ia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Mereka adalah teman karib Fulanah akan tetapi kali ini ia lebih memilih pulang daripada ‘nimbrung’ dengan mereka. Beberapa buku islam memenuhi tasnya, ia pinjam dari teman sekelasnya yang berjilbab.

Hatinya merasa sejuk bila bersama teman barunya itu, yang menurut Fulanah ”baru” karena walaupun sudah setahun sekelas ia tidak pernah dekat seperti waktu ini. Cukup lama ia berdiskusi seputar masalah agama dengannya. Ia sadar ia harus berubah, tapi ia bimbang. Bila ia dekat dengan ”ganknya” maka keinginan untuk berjilbab hilang lagi. Namun bila ia dekat dengan teman barunya itu hatinya kembali menggebu untuk segera merubah penampilannya. Ia ingin meraih hidayah itu,… Sungguh ia ingin berubah tapi ia juga tidak ingin kehilangan kawan karibnya (ganknya) karena ia tahu bila ia berjilbab mereka akan menjauhinya.

Kasus Fulanah diatas sering terjadi dikalangan muslimah baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Berat meninggalkan kawan karib dan merasa takut kehilangan mereka bila terjadi perubahan total yang terjadi pada setiap muslimah yang ingin taat pada-Nya, Ingin menggapai hidayah-Nya. Di satu sisi setiap muslimah yang mempunyai kawan karib jauh dari bimbingan agama akan menerima konsekuensi dikucilkan atau dijauhkan, di sisi lain ia akan mendapatkan kawan-kawan baru dalam majelis ilmu atau akhwat berjilbab yang sudah senior yang masih asing baginya. Sehingga posisinya benar-benar sulit dan dalam keadaan yang kritis. Apabila hal ini tidak ditanggapi dengan baik oleh muslimah yang telah lama istiqamah menuntut ilmu syar’i maka kemungkinan besar kasus Fulanah kembali kepada ganknya akan terjadi. Dan, itu tidak hanya satu dua akan tetapi cukup banyak terjadi dan sangat memprihatinkan.Pendekatan yang hikmah dan arif perlu dilakukan agar para muslimah yang ”baru belajar” tetap istiqamah mempertahankan hidayah yang telah diraihnya.

Sebagai renungan,… hidayah sangat sulit dipertahankan apabila kita bergaul dengan kawan yang buruk, hati dan jiwa ini sangat lemah dan cenderung untuk menuruti hawa nafsu. Karena itu untuk mempertahankannya haruslah ada usaha dari setiap insan untuk melazimi majelis ilmu syar’i dan hanya bergaul dengan kawan-kawan yang shaleh dan baik akhlaknya.Berapa banyak nanti manusia akan menyesal di hari akhir akibat memiliki teman akrab yang menjauhkan mereka dari agama ini sebagaimana firman-Nya:

”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa” (Az-Zukhruf:67).
Wallahu’alam bish-shawwab.

Teruntuk akhwat yang sedang menggapai hidayah-Nya teriring doaku semoga engkau istiqamah.

dinda_ndadin

myquran.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s