Bumi Kita Menurut Al Quran

bumi
Anak-anak, kamu tahu bahwa bumi ini bulat. Dengan menggunakan teknologi, teramatilah bahwa bumi itu bulat berdasarkan photo bumi yang diambil dari ruang angkasa. Al Qur’an, yang diturunkan Allah 14 Abad yang lalu, mengandung pernyataan yang menjadikan ilmuwan Muslim memahami bahwa bumi itu bulat.

Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dia menutupkan malam atas siang, dan menutupkan siang atas malam … (Surat Az-Zumar: 5)

“Takwir,” kata yang dipakai untuk “menutupkan” dalam bahasa Arab berarti “membungkus sesuatu yang bulat sebagai penutup.” Informasi yang diberikan dalam ayat tentang malam yang menutup siang dan sebaliknya, (takwir) juga memberi gambaran pada manusia untuk memandang bumi dengan bentuknya yang bulat.

Walau demikian, selama beberapa masa dipercaya bahwa bumi tidak bulat namun datar. Segala perhitungan dan penjelasan ilmiah yang mendasarinya adalah salah. Ketika manusia masih tak peduli dengan ruang angkasa mereka memegang teguh kepercayaan bahwa bumi berada diantara tanduk lembu jantan.

Anak-anak yang baik, sekarang telah kamu ketahui bahwa informasi yang baru dibuktikan secara ilmiah beberapa waktu lalu ternyata telah diisyaratkan oleh Allah dalam Al Qur’an sejak jauh hari. Hal ini adalah bukti jelas bahwa Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta alam semesta dan Yang Maha Tahu atas segalanya.

SUHU

Anak-anak, tahukah kamu berapa suhu rata-rata di ruang angkasa? -270°C (-455°F)! Mustahil ada kehidupan pada suhu serendah itu. Suhu bumi rata-rata adalah 15oC dan 20°C (60-70)°F. Suhu ini berbeda-beda untuk setiap lapisan atmosfir yang lebih tinggi.

Dengan adanya ketinggian yang berbeda-beda di permukaan bumi, pada suatu ketinggian tertentu orang bisa berenang dan berjemur, dan pada tingkat yang lebih tinggi lagi di daerah yang sama orang bisa bermain bola salju dan ski.
Singkatnya, benua Afrika adalah daerah panas. Apa yang akan kamu katakan jika kami bertanya, “Dapatkah kamu membuat boneka salju di Afrika?” Kami tahu apa jawabanmu. Mungkin kalian akan menjawab, “Untuk membuat boneka salju kami perlu salju. Karena mustahil menemukan salju di daerah panas, maka tidak mungkin untuk membuat boneka salju.” Akan tetapi kamu salah, karena kamu dapat membuat boneka salju di Afrika kapan pun kamu suka, sekalipun kita sama-sama tahu disana sangatlah panas. Untuk melakukannya, kamu harus mendaki gunung Kilimanjaro, yang puncaknya merupakan titik tertinggi di benua tersebut. Puncak gunung yang sangat tinggi ini selalu tertutup salju. Karena, semakin ke atas suhu akan semakin dingin. Suhu udara akan mendekati -50°C (-58°F) pada lapisan atmosfer yang bernama “Stratosphere.” Makin ke atas lagi, cuaca menjadi panas kembali. Dengan perlindungan yang Allah berikan kepada kita, tidak ada perbedaan suhu yang terlalu jauh di bumi ini.

Pengaturan suhu tersebut terkait dengan jumlah panas yang dipancarkan matahari serta jarak antara bumi dan matahari. Dalam bab sebelumnya kita sedikit menyinggung hal ini. Kita akan membahas hal ini secara lebih terperinci. Berdasarkan perhitungan, jika matahari mengurangi 10 % pancaran energinya maka permukaan bumi akan tertutup oleh lapisan es hingga beberapa meter. Jika energi matahari naik sedikit saja, segala benda hidup akan hangus dan mati.

Kecepatan rotasi bumi juga membantu menjaga keseimbangan penyebaran suhu. Bumi berotasi penuh sekali setiap 24 jam. Karena itulah, pergantian malam dan siang sangatlah singkat. Karenanya, perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi sangat kecil.
Sebagai contoh yang paling jelas dapat dilihat di planet Merkurius, disana siang hari akan berakhir setelah lebih dari setahun waktu bumi sehingga perbedaan suhu siang dan malam hampir 1,000°C (1,800°F).

Letak geografis juga membantu penyebaran panas di atas bumi secara merata. Perbedaan suhu antara daerah kutub dengan daerah katulistiwa adalah sekitar 100°C (212°F). Jika perbedaan suhu lebih besar dari itu, akibatnya adalah berhembusnya badai angin topan yang akan menghancurkan segala sesuatu.

Bahkan, bumi dipenuhi oleh penghalang geografis yang menghalangi hembusan udara yang kencang sehingga terjadi perbedaan suhu. Penghalang tersebut adalah deret pegunungan yang terbentang dari timur ke barat, dari Himalaya di China, berlanjut ke pegunungan Taurus di Anatolia dan pegunungan Alpen di Eropa.

Kita telah memperlajari bagaimana bumi menjaga da mengatur suhu bumi, meskipun di luar angkasa suhunya dapat mencapai -270°C (-455°F). Jika suhu bumi terlalu dingin atau terlalu panas, maka akan sangat merugikan bagi manusia sehingga kita tak dapat bertahan hidup. Oleh karenanya, suhu yang sedang ini merupakan rahmat dari Allah.

Karena itulah, seharusnya kita bersyukur kepada Allah, yang telah menyiapkan kondisi yang sangat nyaman untuk kita tinggali. Hal ini penting untuk dicamkan dalam pikiran kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s