Kecerdasan Ganda

kecerdasan ganda
Cara belajar setiap peserta didik memiliki perbedaan. Hal ini disebabkan, setiap peserta didik memiliki kecerdasan, bakat, minat, motivasi, sikap, dan pengalaman yang berbeda pula. Oleh karena itu, penyajian atau proses perlakuan cara belajar mesti dibeda-bedakan kepada peserta didik, mengingat peserta didik yang memiliki bakat yang berbeda-beda. Garrdner (1993) mengemukakan tentang kecerdasan ganda (multiple intelligences) yang terdiri atas:
1. Musical intelligence
Memiliki kemampuan belajar dengan indikator antara lain; senang bernyanyi, bergumam, memainkan alat musik, bereaksi terhadap musik, dan belajar diiringi musik.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; bernyanyi, memainkan alat musik, merekam, berimprovisasi, menyusun aransemen, menggubah lagu, mentranskripsikan.

2. Bodily Kinestetic Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang bergerak, menari, olah raga, membuat prakarya, dan senang belajar melalui gerakan.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; menyusun, berjalan, berlari, memproduksi, berpantonim, mengorganisasikan, mempertunjukkan, membuat prakarya,dll.

3. Logical-Matematical Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang bereksperimen dan senang mengeksplorasi angka dan pola.
Kompetensi ideal yang ada di antarnya; menyusun anggaran, membuat estimasi, menghitung, menganalisa, menggunakan statistik dan membuat teori.

4. Linguistic
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang bermain dengan kata-kata; senang membaca dan menulis.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; bercerita, mewawancarai, berdebat, mengarang, berdiskusi, berorasi, dan permainan kosa kata.

5. Spatial Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; senang menggunakan visualisasi ketika menggambar, membangun,merancang dan berkreasi.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; melukis, membuat grafik, mewarnai, membuat film, menghias, memotret, dan memvisualisasikan.

6. Interpersonal Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; berbagi, membandingkan, bekerjasama, memiliki banyak teman, belajar dengan dan dari orang lain.
Kompetensi idela yang ada di antaranya; melayani, berkomunikasi, berempati, berdagang, mengajar, konseling, memberi inspirasi, dan mendelegasikan.

7. Intrapersonal Intelligence
Memiliki gaya belajar dengan indikator antara lain; bekerja sendirian di tempatnya sendiri, menciptakan karya yang unik dan orisinal.
Kompetensi ideal yang ada di antaranya; mempromosikan diri, menetapkan sendiri, memahami diri, percaya diri, menerima diri, dan melihat kesempatan.

sumber: buku konsep strategi pembelajaran karangan Dr.Nanang Hanafiah, M.M.Pd dan Drs. Cucu Suhana,M.M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s