Menjauhkan Anak dari Sifat Penakut

outbound
Apakah Anda termasuk orang yang banyak pertimbangan ketika akan memulai sesuatu?
Apakah Anda termasuk orang yang lebih memilih menghindar dari masalah ketimbang harus terlibat dalam pemecahan masalah?
Apakah Anda sering merasa tidak sanggup ketika disodori sebuah amanah?
Apakah Anda sering merasa tidak yakin bahwa apa yang Anda usahakan akan berhasil?

Jika semua jawabannya adalah Ya,… maka waspadalah Anda. Karena jawaban demikian mengindikasikan bahwa Anda termasuk orangtua atau pendidik yang “penakut”. Lalu kenapa harus waspada? Maksudnya adalah, jangan sampai sifat yang Anda miliki tersebut terwariskan pada anak Anda. Karena jika sifat tersebut terwariskan dan tidak dibetulkan, maka bisa dipastikan bahwa langkah anak Anda akan tersendat. Perjuangannya menuju cita-cita akan terhambat. Dan bukan tidak mungkin, dengan sifat penakut yang ada pada anak Anda akan membuatnya was was atau ragu-ragu untuk melakukan sesuatu.

Pembaca setia. Sifat penakut memang fitrah. Siapapun akan sangat wajar memiliki sifat seperti ini. sifat penakut merupakan bagian dari emosi anak. Namun yang perlu digarisbawahi adalah bahwa apapun bentuk emosi anak, jika dibiarkan tidak terkendali maka akan membahayakan. Baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan. Selanjutnya, mengapa “sifat penakut” menjadi titik tekan, dimana sedapat mungkin Anda harus menghindarinya. Alasannya adalah, karena kunci utama keberhasilan adalah terhindar dari sifat penakut. Dan kewajiban siapapun yang ingin berhasil menapaki hidup adalah KEBERANIAN.

Maka berhati-hatilah dengan sifat penakut pada anak-anak. Banyak kejadian dimana hanya karena anak tersebut memiliki sifat penakut, rencana-rencana yang telah diupayakan menjadi gagal. Contoh kecil misalnya. Seorang anak kelas satu di bangku sekolah dasar. Ia terlalu merasa takut mendengar kata “ujian”. Bahkan ia merasakan suatu beban ketika akan menghadapi ulangan atau ujian di sekolah. Padalah sebetulnya, baik di sekolah maupun di rumah, anak tersebut terlihat sangat pandai dan menguasai pelajaran. Tetapi hanya karena alasan ia belum bisa menulis huruf “S” dengan sempurna, maka ia beralasan kuat untuk tidak mau masuk sekolah pada hari tersebut, dimana hari tersebut adalah hari ujian tengah semester. Jadi, sang anak pandai tersebut benar-benar memilih “mundur sebelum bertempur”.

Beberapa kerugian besar yang diakibatkan dari sifat penakut.
• Miskin akan eksperimen
• Kreativitas menjadi terbatas
• Minimnya sikap adversitas (ketangguhan)
• Tidak ada totalitas dalam pencapaian suatu target
• Menarik diri dari lingkungan
• Sering merasa ragu untuk mengaktualisasikan diri
• Kepercayaan diri menjadi rendah
• Keyakinan akan keberhasilan menjadi tiak optimal.

Oleh karena itu, salah satu tugas dan tanggung jawab kita sebagai orangtua ataupun seorang pendidik adalah menghindari sifat penakut pada anak-anak kita. Berikut beberapa tipsnya:
• Hindari kebiasaan mendramatisir kesulitan. Yakinkan pada anak bahwa segala sesuatu bisa ditempuh dengan mudah.
• Jangan pernah mengafirmasi traumatik atau pengalaman pahit yang dialami anak (misalnya karena kecelakaan dll)
• Jangan pernah berhenti membujuk sampai anak merevisi pernyataan keraguan atau ketakutannya.
• Berikan hanya kalimat-kalimat positif yang membangun. Bukan kalimat-kalimat negatif yang melemahkan.
• Terbukalah untuk menjadi orang tua yang selalu memberi kesempatan.
• Hindari pencegahan yang berlebihan (misalnya karena alasan tidak percaya atau khawatir terjadi sesuatu)
• Hindari kebiasaan menakuti-nakuti anak dengan bayangan kegelapan atau makhluk-makhluk aneh.
• Hindari kebiasaan memanjakan dan mendikte anak secara berlebihan.
Semoga bermanfaat. Allohu ‘alam bishshowaab.

oleh: Miarti (Direktur PG dan TK ZAIDAN Alam Mandiri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s